Senin, 03 Juni 2019

Harapan Ramadhan 2019

Assalamualaikum semua. Apa kabarnya ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah Swt ya. Aamiin yaa rabbalalamin.

Bagaimana kabar puasanya ? Full ? Atau udah ada yang bolong ? Apapun itu, semoga puasanya lancar dan berkah ya. Untuk yang bolong puasanya, jangan lupa untuk dicatat jumlah hari yang gak puasa dan sesegera mungkin untuk di bayar hutangnya setelah idul fitri.

Bicara tentang idul fitri yang tinggal menghitung hari, rasanya hati ini bercampur-aduk. Ada kebahagiaan dibalut kesedihan. Bagaimana tidak, sebentar lagi bulan ramadhan yang penuh ampunan ini akan segera berakhir dan hari kemenangan akan segera tiba. Sedih rasanya berpisah dengan bulan ramadhan. Waktu sebulan di rasa sungguh cepat berlalu. Rasanya baru sebentar menikmati keindahan sahur, menunggu azan kemudian berbuka. Apalagi ibadah yang dilakukan masih jauh dari kata sempurna. Kita juga tidak bisa memprediksi apakah kita masih memiliki umur yang panjang dan kesempatan yang sama untuk dipertemukan kembali dengan bulan yang satu ini di masa depan.

Ketika ramadhan telah pergi, idul fitri pun datang. Tentu dengan bulan yang baru, bulan syawal. Idul fitri sendiri dimaknai sebagai 'kembali ke asal'. Kalimat 'kembali ke asal' memiliki arti yang dalam, yakni kembali ke asal kejadian yang suci dan mengikuti petunjuk islam yang benar. Bagi umat islam yang telah lulus menjalankan ibadah puasa akan di ampuni dosanya sehingga suci kembali seperti bayi yang baru lahir. Idul fitri juga merupakan puncak kemenangan kita atas keberhasilan kita menahan segala hawa nafsu duniawi selama bulan ramadhan. Yang mana keberhasilan ini diharapkan untuk ditingkatkan meski pun bukan di bulan ramadhan. Atau dengan makna lain sebagai momen loncatan untuk menjadi lebih baik lagi.

Setiap orang tentu memiliki banyak keinginan dan harapan yang berbeda. Harapan selalu berkaitan dengan usaha dan doa. Tanpa ada usaha dan doa, harapan kita tidak akan berarti apa-apa. Dalam doa, kuselipkan harapan untuk di berikan kesempatan lebih baik itu umur yang panjang, kesehatan yang utuh untuk selalu merindukan, menantikan, bertemu dan menjalankan puasa ramadhan secara maksimal dengan di kelilingi orang-orang yang aku sayangi seperti saat ini. Selain itu selalu menjadi pribadi yang lebih baik dan baik lagi.Tentunya juga dibarengi dengan usaha yang dilakukan bersama orang-orang tersayang dan terkasih.

Semoga kita semua menjadi golongan yang selalu merindukan dan menantikan bulan ramadhan♥.

Minggu, 02 Juni 2019

Momen tak terlupa ramadhan 2019

Secara sadar atau tidak, berguling-guling di atas karpet sembari menatap langit-langit kamar memang asyik dilakukan. Kemudian sesekali merenung dan mengingat kilas balik selama beberapa waktu terakhir. Lalu bertanya pada diri sendiri, apa yang telah aku lakukan belakangan ini ? Apakah aku melakukan hal yang bermanfaat ataukah hal yang sia-sia. Apakah aku sudah membahagiakan orang-orang sekitarku atau malah mengecewakan mereka. Semua hal ini terlintas di pikiran kemudian ku tanyakan pada diriku. Tentu saja hanya aku tahu dan menjawab pertanyaan itu sendiri.

Bicara kilas balik kehidupanku akhir-akhir ini, aku teringat beberapa momen ramadhan 2019

Puasa ramadhan jauh dari rumah
Semenjak kuliah, aku lebih sering menjalani ibadah puasa di kota perantauan. Biasanya aku selalu berpuasa di rumah bersama keluarga. Tapi puasa ditahun ini sedikit berbeda. Aku puasa di kota orang tapi populasi kota rantauanku sepi. Kebanyakan para mahasiswa/i sudah pada mudik😁.

Tidur kayak kucing beranak
Pernah denger kalimat diatas ? Yapps kalimat itu ditujukan pada mereka yang suka berpindah-pindah tempat. Sama kayak kucing yang lagi mau beranakan yang suka pindah-pindah. Begitulaa kiranya keadaanku ditanah perantauan. Kondisi kosan yang sudah sepi, memaksa diriku untuk pindah-pindah kosan untuk mencari temen tidur, hehe.

Makan sahur pakek mie
Beberapa hari sebelum mudik, aku masih berpuasa di tanah rantau. Ceritanya, di tempatku menuntut ilmu sudah tidak ada lagi yang berjualan makanan untuk sahur, alhasil aku dan teman-teman penghuni kosanku masak mie dicampur nasi untuk sahur biar bisa survive seharian ketika puasa.

Bertemu keluarga
Alhamdulillah atas izin allah, aku masih diberikan kesempatan untuk mudik dan bertemu orang-orang terkasih di rumah. Sahur dan berbuka bersama dengan keluarga. Kemudian juga menyempatkan diri bertemu dengan teman-teman lama.

Itulah beberapa momen khas yang akan selalu menjadi pengingat ramadhanku di tahun 2019. Semoga diri ini masih diberikan kesempatan yang sama untuk bertemu dengan ramadhan 2020 dan seterusnya. Aamiin yaa rabbalamin.

Sabtu, 01 Juni 2019

Jajanan lebaran yang manis dan gurih

Lebaran sebentar lagi
Berpuasa dengan gembira
Menahan lapar menahan nafsu
*auto nyanyi

Tanda-tanda lebaran idul fitri sudah mulai terlihat. Euforia menyambut puncak kemenangan ini sudah terlihat nyata. Terbukti harga-harga sembako dan bahan pokok yang kian melonjak. Pusat-pusat perbelanjaan yang menjual pernak pernik lebaran termasuk baju-baju, sepatu, jilbab, mukenah, peci, sarung, sajadah, gorden, dll sudah mulai ramai dikunjungi. Tak tanggung-tanggung bahkan ada juga toko yang memberikan diskon besar-besaran hingga 70%. Sehingga udah pada kebayangkan gimana sensasinya rebutan barang menjelang lebaran. Selain itu, ketupat yang sudah menjadi ciri khas lebaran sudah berjejer rapi dipasaran menandakan siap untuk diisi. Bahkan ibu-ibu pun sudah berbondong-bondong membeli jajanan lebaran. Untuk ibu-ibu yang rajin masak, mereka bahkan sudah menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue. 

Jajanan lebaran sejauh ini sudah dianggap sesuatu yang wajib ada di meja untuk menyambut tamu yang datang berkunjung. Mulai dari nastar, cokelat, jenis kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Nah berikut jajanan lebaran yang selalu ada di rumah, baik itu saat lebaran idul fitri ataupun lebaran haji

Astor
Jajanan ini kayak jajanan wajib yang mesti ada gitu, hehehe. Karena dari semenjak aku SD sampe aku kuliah sekarang, jajanan itu teteup jadi jajanan favorit. Entah itu astor cokelat/stroberi/pandan/vanilla.

Roka
Bola-bolaa cokelat satu ini, merupakan jajanan lebaran yang paling laris. Selain rasanya manis, jajanan ini bisa dibungkus alias bawak pulang ke rumah

Kacang
Ga cuma jajanan manis yang selalu tersaji di meja tamu. Saat lebaran kami juga menyajikan kacang sebagai makanan yang gurih dan cruncy

Nastar nanas
Kue kering satu ini jadi ciri khas lebaran banget. Kue lembut ini enak banget dimakan biasa, apalagi kalo ada patnernya. Minimal teh anget. Udah cocok dan klop banget dah.

Itulah jajanan lebaran khas rumahku. Jangan lupa pas lebaran main kerumah yaaa. Sapa tau jadi ........ (isi sendiri😂). Terus mesti inget juga yaa, lebaran bukan momen buat balas dendam alias lebar-an. Jadi terus dijaga ya makannya. Kurangi GGL (gula, garam, lemak) yang tinggi.

Puasa pertama

 Assalamualaikum... Apa kabar temen2 semuanyaa, semoga selalu sehat dan baik-baik saja dimana pun berada .. Alhamdulillah sebentar lagi, kit...