Memasuki bulan Ramadan, ada satu acara yang selalu ada dalam list kegiatan. Yaps, BUKA PUASA BERSAMA.
Buka
puasa bersama sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadan, sehingga
kegiatan ini termasuk dalam kegiatan wajib yang selalu dilakukan.
Berbagai undangan dan ajakan kerap berdatangan silih berganti untuk buka
puasa bersama baik itu dari teman sekolah, kuliah, ataupun rekan
kerja.
Tentu
saja esensi kegiatan ini bukan hanya sebatas untuk membatalkan puasa
yang telah kita semua lakukan seharian penuh. Namun lebih dari itu. Ada
makna mendalam yang tersirat didalamnya. Kegiatan ini menjadi momentum
untuk berkumpul dan menjaga tali silaturahmi yang sedikit kendor ataupun
kusut karena kurangnya komunikasi yang kurang intens akibat kesibukan
dan pekerjaan yang seolah-olah tiada habisnya. Selain itu juga, kegiatan
ini dijadikan sebagai ajang untuk reuni kembali bersama teman-teman SD,
SMP, SMA, kuliah, yang jarang bertemu dan baru kembali dari daerah
perantauan (mudik).

Kegiatan
buka puasa dapat dilakukan dimana saja. Tidak hanya dilakukan di rumah,
di restauran, ataupun di rumah makan. Namun juga bisa dilakukan di
masjid, di jalan, dan juga di panti. Ada 5 jenis kegiatan yang
dapat dilakukan sebelum berbuka puasa. Di antaranya:
1. Melakukan Kultum/ Ceramah singkat mengenai agama
Sebelum
azan berkumandang, kegiatan berbuka puasa dapat didahului dengan
kegiatan kultum/ ceramah singkat mengenai agama sebelum bunyi azan
berkumandang. Tentu saja ini kegiatan yang positif, selain menambah ilmu
juga mendapatkan pahala.
2. Ngobrol bersama
Ketika rutinitas pekerjaan makin menjadi-jadi,
ditambah jarak yang memisahkan atar yang satu dengan yang lain, tentu
saja komunikasi akan menjadi kurang intens. Ngobrol dan bercanda bersama
setelah jarang bertemu di saat buka bersama adalah momen yang tepat
untuk bernostalgia bersama teman-teman sembari menunggu azan
berkumandang.
3. JJS (Jalan-jalan sore)
Ngabuburit dengan JJS bersama teman-teman akan terasa mengasyikkan dilakukan. Sembari menunggu mentari tenggelam,
berkeliling kota dengan sepeda motor bersama teman-teman dan mencari
jajanan-jajanan untuk berbuka pastilah menyenangkan. Tentu ini
mengingatkan pada kenangan-kenangan masa lalu yang pernah dilakukan
ketika sekolah dulu
4. Kegiatan berbagi makanan menjelang berbuka
Kegiatan
berbagi makanan menjelang berbuka dengan cara memberi makan sesama kaum
muslim/muslimin baik yang sedang berpuasa ataupun kepada mereka yang
membutuhkan (saleh sosial). Kita dapat memberikan
takjil kepada jamaah shalat Maghrib yang berbuka puasa di masjid-masjid
atau berbagi takjil dijalan kepada mereka yang akan memecahkan puasanya
dijalan.
Memberi makan orang yang berpuasa,akan mendapatkan pahala dari orang yang berpuasa.
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala
seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang
berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Selain itu mereka yang memberi makan orang yang berpuasa dan juga berpuasa akan disiapkan kamar-kamar di surganya Allah Swt.
Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ
فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا
مِنْ ظُهُورِهَا. فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ
الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian
luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari
bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata,
“Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar,
yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam
hari di waktu manusia pada tidur.”
(HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
5. Buka Bersama Anak Yatim di Panti
Berbuka bersama anak yatim
akan lebih terasa syahdu dan bermakna, karena kita akan lebih merasakan arti dan nikmatnya
bersyukur. Kita belajar, bahwa ada banyak orang diluar sana yang lebih
kurang beruntung dari kita. Selain itu dengan berbuka bersama anak
yatim, artinya kita telah berbagi kebahagiaan bersama mereka
Tradisi
yang baik seperti ini harus selalu dijaga, sehingga memupuk kepekaan
dan kesalehan sosial dengan
tetap menjaga silaturrahmi dan berbagi. Harapannya, tradisi ini tidak
hanya ramai di bulan Ramadhan. Namun juga dalam menjalankan puasa-puasa
sunnah lainnya. Sesungguhnya silaturahmi
menambah umur dan meluaskan rezeki.