Jumat, 28 April 2017

Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS, 55:34)

Sebagai insan Tuhan, kita sepantasnya bersyukur atas setiap detik di hidup kita. Bernapas adalah anugrah terindah yang telah Allah Swt. berikan untuk kita. Tidak semua orang diberi waktu yang panjang menghirup udara ini, memandangi ciptaan dan kebesaran-Nya. Masihkah kita akan menjadi orang yang kufur?

Kita pernah merasa sedih, kecewa, bahagia, dan terkadang marah terhadap orang-orang di sekeliling kita. Kita pernah merasa sepi ditanah kita berpijak. Kita pernah merasa kecil diantara mereka-mereka yang hebat. Kita pun juga pernah merasa iri pada apa yang dimiliki orang lain. Wajahkah itu? Yapss, karena itu hal yang manusiawi bagi kita seorang manusia. 
Namun hal yang tidak baik itu tidak boleh berlangsung lama dalam diri kita. Jangan sampai hal tersebut merusak hal-hal besar yang telah kita miliki, menghancurkan setiap hubungan yang terjalin harmonis.

Kita mestinya mengingat bahwa ada Allah di hati kita yang selalu menjaga dan mengawasi kita sehingga kita tidak perlu merasa sepi dan sendiri. Ada Allah yang maha besar, sehingga kita tidak perlu risau kecil dihadapan orang lain. Seharusnya kita takut, bila kita kecil di hadapan Allah.

Pernah mendengar Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau, yuhuu kalimat tersebut tidaklah asing bagi kita. Umumnya, kita selalu membandingkan semua yang kita miliki dengan yang orang lain miliki. Itu tandanya kita tidak bersyukur. Iri boleh jika itu menjadi motivasi bagi diri kita untuk maju dan selalu berupaya melakukan yang terbaik yang kita bisa serta berbangga diri terhadap pencapaian yang telah diraih.

Saat kita berada di lapisan-lapisan teratas siklus kehidupan, kita sering lupa bahwa kita pernah berada di lapisan terbawah, memulai perjuangan dari 0 untuk mencapai angka sempurna. Saat kita mengangkat kepala, ingatlah kita juga harus menengkok ke bawah, menundukan kepala seraya berdoa atas limpahan nikmat yang Allah telah limpahkan karena-Nya masih banyak orang yang memiliki banyak kekurangan di hidup mereka dibandingkan kita.

Untuk itu, bila kita mengisi hati dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak akan pernah memiliki hari ini. karenanya hari ini adalah milik orang-orang yang bersyukur. Entah seberapa besar masalah yang kita hadapi, berdoalah dan pintalah dalam sujudmu untuk selalu diberikan pundak dan hati yang kuat agar kita bisa melaluinya. 
Jangan meminta Allah Swt. untuk menghentikan setiap masalahmu, karenanya kamu tak akan sanggup. Jika Allah Swt. telah menghentikan masalahmu, maka kita tidak berada didunia yang sama lagi.

Jumat, 31 Maret 2017

Simple things, sesederhana kita mengartikannya



Bahagia itu adalah pilihan. Seperti hidup yang diharuskan untuk selalu memilih, kebahagiaan adalah hal yang dapat kita pilih. Bukankah kita semua selalu menginginkan akhir yang bahagia? Bahagia lahir dari rasa syukur yang tak henti pada-Nya dan usaha untuk senantiasa berbagi apa yang kita bisa pada sesama. 

Berkunjung dan berbagi di SD N 12 Sudi Mampir bersama calon Cikgu Unsri Mengajar hari ini adalah salah satu pengalaman hebat yang membahagiakan yang telah kami nantikan bersama. Perjalanan yang tidak mudah telah kami tempuh bersama untuk tiba disana. Akses jalan yang belum memadai, berlubang, dan becekpun telah kami lalui.

Sesampainya di sekolah, tak ada penyambutan yang spesial. Bahkan, hampir sebagian adik-adiknya telah pulang ke rumah -_-. Segerombolan little dreamer inilah yang telah menghibur kami dengan senyuman hangat yang mereka punya.

Gedung sekolah yang belum dapat sepenuhnya dikatakan layak, telah menjadi rumah kedua mereka dalam menimba ilmu guna menyongsong masa depan yang mereka idamkan.

Dikelas, bersama My Great Team dan Kakak Tutor yang luar biasa kamipun memulai materi ajar Bahasa Indonesia tentang Pidato dan menggunakan media ajar yang telah kami persiapkan sebelumya. Main ice breaking, untuk me-refresh semangat mereka supaya maksimal dalam menyerap apa yang kami sampaikan.

Bukan hanya mereka yang belajar, kamipun banyak belajar. Semangat yang tetap menggelora dan semoga tidak pernah pudar, hidup tanpa beban dan selalu bahagia, belajar untuk mengerti dan saling mengerti kepada sesama.

Being happy doesn't means that everything's is perfect. Happines is simple.
Bahagia tidak harus tentang materi, tidak harus bernilai uang, cukup melihat orang lain tersenyum karena kita dan bisa berbagi apa yang bisa kita beri, itu sudah lebih dari cukupJ.

Margaret Fuller pernah berkata, “If you have knowledge, let others light their candles at it”.

This is my Great Team, Yeahh !!
Hello, cikgu-cikgu masa depan  :)

Indralaya, 11 Maret 2017
Salam Icun
Ilmu dan Cinta Untuk Negeri

Puasa pertama

 Assalamualaikum... Apa kabar temen2 semuanyaa, semoga selalu sehat dan baik-baik saja dimana pun berada .. Alhamdulillah sebentar lagi, kit...