Kamis, 22 November 2018

Aku dan langit biru

Karena langit adalah candu ketika jenuh datang melanda. Membuatmu merasa ada yang mengertimu ketika dunia menatapmu berbeda
-Rohmatikal Maskur-



Tantangan hari ini #BPNchallenge30day hari ke-3 akan menjawab kenapa aku ngasih nama langit biru on my blog. Perlu kalian ketahui, bahwa itu bukanlah nama pertama yang aku gunain sebagai nama blog aku. Sebelumnya aku mungkin udah tiga kali ganti nama, karna aku ngerasa ketiga nama itu kurang cocok dan feel-nya kurang membekas. Meskipun nama pribadiku pernah dipakek,  aku ngerasa kurang pas aja kalo namaku jadi nama blog. Jadi kuputuskan untuk ganti nama, dan terpilihlah 'langit biru' yang dirasa pas menghiasi nama on my blog.

Penamaan blog aku lakuin ga sembarangan lho ya. Karena menurut aku sendiri nama yang tepat mewakili karakteristik blog itu sendiri. Nama itu sebagai branding. Misal kalo kamu punya nama yang aneh, kamu bakalan di cap aneh sama orang lain yang ga kenal kamu. Nah, begitu juga dengan nama blog. Orang yang mengunjungi blog kita belum tentu mengenal kita dengan baik. Jadi kita harus membentuk hal yang baik untuk dapet sesuatu yang baik. Hal pertama yang dilihat kebanyakan orang di masa ini adalah melihat apa yang jelas terlihat (read: cover), bukan esensi atau konten itu sendiri. So, penamaan itu penting buanggetttttttt...

Jadi gini awal mula nya, bener-bener dibaca ya gaes, kalo bisa dipahami ya gaes . . .
Aku jatuh cinta pada namanya langit. Jika kebanyakan orang jatuh cinta pada senja aku lebih menyukai langit biru. Really. Ada banyak begitu banyak  warna di langit, yang mewakili setiap perasaan manusia dalam warna-warna langit. Ada langit biru, langit kelabu, jingga/senja, dan langit malam yang berbintang. Sungguh indah bukan ciptaan Tuhan ? 

Menatap dan bercerita bersama langit biru adalah favoritku. Sungguh nyaman. Mengagumi keindahannya dari bawah memberikan kedamaian hati dan pikiran. Ketika keadaan tidak seperti yang kita inginkan tanpa seorangpun yang mengerti, langit seolah-olah mengerti dan memberi sinyal yang ditangkap oleh sepasang mata kita. Seketika kegundahan kita hilang meski sesaat. Kegundahan kita tidak akan hilang seutuhnya hanya dengan bercerita, entah itu pada manusia ataupun langit. Setidaknya itu akan menghilangkan sedikit beban dalam diri dan memberikan sedikit suntikan energi tersendiri yang sedikit sulit didefinisikan.

Taaaaaaaadaaaa
Ini ceritaku, mana ceritamu ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan santun :)

Puasa pertama

 Assalamualaikum... Apa kabar temen2 semuanyaa, semoga selalu sehat dan baik-baik saja dimana pun berada .. Alhamdulillah sebentar lagi, kit...