Sabtu, 15 Desember 2018

Produk kecantikan wajib favorit ala aku

Apa arti cantik untuk kamu ? Menurut aku cantik itu bukan hanya hati saja, tapi fisik juga etika. Mungkin definisi cantik menurut aku berbeda dengan definisi kalian. Wajar jika berbeda. Cantik itu relatif. Beda orang beda juga pandangan. Jangan sampai perbedaan ini bikin kalian jadi ribut ya, wkwk.

Aku tadi bilang, aku memandang cantik itu juga secara fisik. Tapi jangan salah artikan kata "fisik" disini. Yang aku maksud adalah cantik ketika dipandang, rapi, dan wangi. Itu cantik. Cantik itu ga mesti pakek make up yang berlapis-lapis. Cukup seperlunya saja. Atau melakukan sesuatu dengan mengubah pemberian Allah secara permanen ataupun hingga menyakiti diri.

Aku punya kulit yang berminyak dan sedikit sensitif. Untuk alasan itulah aku ga terlalu sering menggunakan make up. Make up yang digunain juga ringan, paling cuma bedak dan liptint. Ini beberapa produk wajib favoritku:

1. Viva Liquid Foundation
Viva liquid foundation tersedia dalam dua shade yaitu Kuning Langsat dan Natural.   Foundation ini sangat ringan digunakan untuk daily make up dan cocok untuk semua jenis kulit. Jadi aman untuk kulit berjerawat.

2. ‎Bedak Marcks


Bedak Marcks memiliki kemampuan yang baik dalam hal oil control. Cocok banget untuk kalian yang punya kulit wajah berminyak. Selain itu, bedak marcks ini bisa digunakan sebagai masker. Cara pemakaiannya pun cukup mudah yaitu cukup tuangkan 2 sdm bedak Marcks dan campurkan dengan sedikit tetes rose water sampai mengental. Selain itu, kamu juga bisa mengganti rose water dengan toner varian lain yang sesuai dengan kebutuhan jenis kulitmu.

3. ‎Etude House Dear Darling Liptint


Aku suka sama warnanya, pas sama bibir aku. Ga bikin kering. Terus aku juga suka sama packingnya lucu.

4. ‎Vitalis Body Scent 'Blossom'

Wanginya lembut dan ga nyengat. Selain itu memiliki kemasan plastik sehingga ga mudah pecah.

5. ‎Hijab Fresh Hand & Body Lotions

Dirancang khusus untuk wanita berhijab sehingga lotion ini nyaman untuk digunakan dan pastinya ga lengket di pakek. Terdiri dari 4 varian bahan yang dapat disesuaikan dengan jenis kulit. Matcha leaf (lotion untuk kulit normal),Mint extract (gel untuk kulit normal,) Cucumber (kulit kering), dan Pomegranate (cocok untuk aktivitas luar ruangan).

Jumat, 14 Desember 2018

Masa kecilku jauh dari gadget

Aku masih mengingat cukup jelas bagaimana masa kecilku waktu itu. Berpetualangan di bawah teriknya sang mentari hingga senja menunjukkan pesonanya. 

Ya, masa kecil kuhabiskan hanya dengan bersenang-senang. Bermain sepanjang hari tanpa beban, tanpa memikirkan masalah apapun. Seperti aku memiliki duniaku sendiri. Terkadang rasanya ingin kembali ke masa itu dengan meminjam 'pintu kemana saja' milik doraemon. Andai itu bisa terjadi, tentu kita akan kabur kesana untuk menghindari atau melupakan suatu hal, haha.

Masih terngiang, waktu dimana seorang anak kecil seharusnya berada dirumah dan tidur siang, aku malah berkeliaran bersama teman-teman menjelajah komplek disiang bolong. (Dulu aku tinggal dikomplek perumahan tempat ayah ku bekerja sebelum aku menempati rumah yang sekarang ini) Setelah makan siang, langsung dijemputin sama anak tetangga buat maen kesana-kemari. 

Kalian tau, kulit eksotis bule yang  berjemur di pantai, kayak gitu juga penampakanku saat itu, plus agak dekil dikit, haha. Aku akan ceritakan kisah-kisah yang masih melekat dalam ingatan ini.

Mari kita mulai dengan aktivitas yang kami lakukan. 

David, Lia, Delima, Nia, Yuk Rara, dan lainnya adalah teman-teman masa kecilku yang masih ku ingat namanya. Maklum saja, sudah 15 tahun lebih telah berlalu sejak kepindahanku saat itu. Dan kami belum pernah bertemu lagi hingga saat ini. Entah bagaimanapun kabar mereka, aku harap mereka selalu berbahagia. Seperti mereka yang pernah menjadi salah satu kebahagiaanku di masa itu.

Kami adalah pendekar-pendekar kecil yang sering keluyuran dan bermain dengan alam. Kalian tau sobat main dengan alam itu menyenangkan. Berjalan dibawah teriknya mentari, menikmati hembusan angin yang dingin, menari di bawah rintik-rintik hujan, berlari mengejar layang-layang, menangkap capung, bermain ayunan, memberi makan rusa, memanjat pohon, dan memetik biji bunga ungu lalu membuangnya ke air hingga mengeluarkan sebuah letupan. 


Selanjutnya bicara tentang jajanan. 
Hayooo jajanan yang apa yang sering kalian beli di masa kalian dan udah jarang banget nemuinnya di masa sekarang? 




Kalo aku sih permen jagoan neon atau ga permen kaki yang warna merah, wkwk. Permen yang selalu jadi jajanan aku waktu TK. Waktu itu dengan uang 300 rupiah bisa beli 3 buah permen itu. Terus lagi minuman jas-jus. Ciki cinta yang ada hadiah duitnya, Permen karet yang bulet-bulet warna-warni, yang kalo abis dimakan, biasanya ditempelin kemana aja, tapi biasanya kekursi. Kotak-kotakan yang isinya mainan, Satu lagi itu balon yang ditiup pakek pipet. Yang dulu harganya cuma seratus rupiah.





Next, tentang Film kartun. 
Teletubbies, kartun boneka yang ada bayi mataharinya, itu film aku waktu kecil banget tuh. Tiap pagi nonton di tv sambil makan pagi. Ada juga doraemon, sinchan, maruko chan, power ranger, dan banyak lagi kartun-kartun yang seru lainnya.


Dibandingkan dengan generasi jaman now, aku malah sedih menyaksikan masa kecil mereka. Berkutat dengan gadget. Digenggam kemanapun. Seakan-akan tidak bisa lepas dari genggaman. Mereka bahkan jarang keluar rumah dan bermain bersama dengan anak tetangga. Mereka terlalu sibuk dengan apa yang ada di handphone. Maklum saja sekarang sudah beda zaman, maka beda pula teknologinya. Jika sekarang handphone adalah kebutuhan, kemanapun selalu digenggam. Maka di masa itu handphone adalah sebuah barang mewah. Tidak semua orang memilikinya. Dan produksinya juga tidak banyak berbeda seperti saat ini. Kegunaanya pun hanya sebatas untuk menelpon dan sms dengan biaya yang terbilang tidak murah. Sebagian besar orang masih menggunakan telepon rumah. Teknologi sudah menghipnotis mereka. Bahkan untuk dekat dengan alam mereka harus merogoh kocek mahal untuk merasakannya. Jauh berbeda bukan dengan kisahku dulu?

Kamis, 13 Desember 2018

5 keinginan yamg belum tercapai di tahun 2018

Menghitung hari
Detik demi detik
Masa kunanti apakan ada
Jalan cerita kisah yang panjang
Menghitung hari
*auto nyanyi lagu KD

Tidak terasa bukan, sebentar lagi waktu akan membawa kita kepada tahun dan harapan yang baru. Mengingat semua kenangan indah dan menghapus setiap kenangan yang membawa luka.

Tentu dalam 1 tahun belakangan ini, banyak hal yang sudah di lalui. Beberapa keinginan sudah terwujud dalam wujud nyata. Dan beberapa masih dalam bayangan. Dan inilah 5 keinginanku di tahun 2018 yang belum tercapai

1. Punya kamera sendiri
Namanya travelling tuh kan ga afdol kalo ga hunting foto atau minimal ootd gitu.Dari dulu pengen banget, kalo travelling dan taking a picture tuh pakek kamera asli, bukan kamera hp. Ga tau ya, aku ngerasa beda aja kalo pakek kamera asli. Lebih asik gitu. Apalagi punya pengalaman kalo travelling tuh, kondisi handphone kadang ga sesuai sama keadaan. Kadang sukak low bat kalo mau di pakek. Atau ga agak lola (loading lama) gitu, yang sukak bikin kehilangan momen.

2. ‎‎One month minimal baca 3 buku
Semua pasti tau, kalo buku adalah jendela dunia. Dan dengan membaca, kita bisa melihat dunia. Betul ? Yapps betul. Sekarang aku lagi melatih diriku untuk memiliki kebiasaan orang-orang hebat ini.

3. ‎Manage bisnis
Sebenernya sih udah ada bisnis kecil-kecilan yang lagi dirintis. Cerita awal kebentuknya sih buat coba-coba gitu. Sekalian nambah pengalaman. Tapi ya gitu, keuntungan ga sebanding sama yang didapet. Masalahnya ada di management sendiri yang masih belum rapi. Semoga di tahun ini dapat terwujud dan berjalan lancar.

4. ‎Proporsi badan ideal
Badan aku sebenernya udah ideal berdasarkan rumus BMI, BBI, dan BB normal. Tapi aku ngerasa proporsinya belum tepat, kalo misal ngukurnya lebih mendetail per massa air, massa lemak, atau  massa otot.

5. ‎Liburan bareng sekeluarga ke luar pulau
Wadauuu ini sulit banget coyy untuk terwujud. Orang tua aku itu punya kerjaan yang sulit buat punya waktu libur panjang. Untuk cuti kerja pun dibatesin. Doanya sih semoga di 2019 tetep bisa liburan bareng sekeluarga meskipun menjelajahi pulau sumatra.

Rabu, 12 Desember 2018

Pernyesalan, tenggelam atau bangkit?

Banyak hal yang terjadi dalam hidup ini. Begitu cepat, hingga kadang kita kurang menyadari bahwa kita sudah tenggelam dalam penyesalan. Memang benar, penyesalan selalu muncul di akhir cerita. Ketika kita sudah tidak mampu bertindak atau melakukan sesuatu lagi, rasa itu muncul.

Saya yakin semua orang memiliki penyesalan dalam hidup mereka. Apapun itu. Semua tergantung dengan bagaimana perspektif mereka dalam menanggapi penyesalan itu. Ada yang jatuh dan  terpuruk. Ada yang hancur berkeping-keping. Ada pula yang mampu kembali untuk bangkit. Memulai dari awal lagi. Menyusun kembali kepingan puzzle-puzzle yang terpecah tadi dengan segenap energi yang di miliki. Dengan segala harapan yang mungkin terjadi. Dan yang pasti menjadikan  hal tersebut sebagai pembelajaran hidup yang berharga. Sehingga tidak akan lagi terulang kejadian yang sama dimasa depan.

Aku pun sama. Pernah mengalaminya. Terlalu santai. Mengganggap semua berjalan dengan lancar dan pasti sesuai ekspektasi. Namun fakta yang tak serupa. Tanpa sadar menyia-nyiakan kesempatan yang muncul didepan mata. Terkadang memang bermula dari hal-hal kecil. Tapi dari hal-hal kecil lah, hal besar dapat terjadi. Kadang aku merasa betapa bodohnya diriku ini. Tidak mampu membaca kesempatan yang datang dan menilik keadaan yang terjadi. Membiarkan semua itu lewat dan berlalu begitu saja. Dan terlambat menyadari ketika semua sudah pergi. Padahal kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali. Bodoh, bukan ?

Untuk beberapa saat aku terdiam, dan merenungi mereka yang sudah menghilang. Menenangkan hati dan membuka pikiran. Memang kesempatan itu sudah lewat, aku takkan mampu untuk berbuat. Sesuatu telah terjadi. Untuk apa tetap disini, menunggu sesuatu yang tak mungkin kembali. Langkah selanjutnya, adalah tetap bangkit dan bergerak. Jadikan penyesalan ini sebagai alarm dan pelajaran untuk setiap langkah yang kita ambil di waktu nanti.

Selasa, 11 Desember 2018

Blogger full time or part time?

Pernah terpikir untuk nge-jadiin blog sebagai ladang penghasilan ? Aku sih iya. Nggak tau kalo kamu.  

Bicara soal peluang, What do you think about a chance? Peluang selalu ada. Kemungkinan peluang yang sama kembali terulang, I don’t know. Mostly no. Keberhasilan memanfaatkan peluang cukup besar. Namun balik lagi, gimana cara kita bersikap dalam menanggapi peluang tersebut. And I think blogging is a chance. Di satu sisi, kita menyalurkan hobby/ kesukaan kita. Kita mencurahkan segala hal yang kita rasa, yang pengen kita bagi, kemudian kita tuangkan lewat permainan kata dalam tulisan di blog. Tentunya dengan segenap cinta dan kita nyaman. It’s good. Kemudian  dibaca oleh readers-readers yang berkunjung di laman kita. Sebagian ada menganggap konten kita menarik dan menginspirasi. Dan sebagiannya lagi mungkin tidak. Kemudian direspons dan disampaikan melalui lewat kolom komentar. Disisi lain, dengan bagusnya konten blog yang kita punya dan banyaknya pengunjung yang mendatangi laman kita, tentu membuka peluang untuk kita melakukan suatu promosi yang setidaknya di lihat oleh pengunjung. Promosi inilah yang mendatangkan pundi-pundi rupiah. Mulai dari membuka jasa tulisan, promo produk, hingga kerjasama iklan dengan google adverse. Menarikkan ? Do you interesting with it?

Misalnya hari ini aku ditanya pilih mana, jadi blogger full time or part time,

Aku bakal bilang untuk sekarang aku lebih pilih sebagai blogger part time. Lha kenapa? Seperti yang pernah aku tulis dipostingan sebelum-sebelumnya, blogging adalah kegiatan untuk mengisi kegiatan aku di waktu luang, biar aktifitas aku lebih produktif dan bermanfaat.  Kegiatan sampingan dan udah aku anggep sebagai hobi. Blogging itu cukup menjanjikan lho guys. Banyak blogger-blogger diluar sana yang sukses meniti karir didunia ini. Hanya saja untuk sekarang, sebagai calon sarjana kesehatan masyarakat, aku lagi pengen explore lebih kemampuan diri aku di masyarakat, ngingetin dan nge-jagain masyarakat untuk selalu hidup bersih dan sehat, jauh-jauh dari namanya penyakit hingga kehidupannya lebih sejahtera.  Meski hanya jadi blogger part time,  aku bakalan berusaha tetap konsisten sama blog aku. Ya kalo bisa juga tetap menghasilkan. Aku anggap sebagai pekerjaan sampingan. Toh ga ada yang salah juga, kan? Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui, wkwk.

Minggu, 09 Desember 2018

Kegiatan hari liburku


Sebagian besar Anak Unsri, sudah berada di tempat ternyaman di dunia, atau yang kita sebut dengan rumah. Setelah berbulan-bulan merantau dan mencari ilmu di tempat orang. Rumah adalah surga bagi anak rantau, tempat yang paling dirindukan dan tempat pertama yang akan dituju ketika pulang. Tempat keluarga dan orang-orang terdekat berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Dan beruntungnya aku termasuk dalam ‘sebagian besar Anak Unsri’ tersebut. Kenapa beruntung ? Bukankah itu adalah sesuatu yang pasti? Kalian benar, libur ini memang adalah sesuatu yang pasti akan terjadi ketika kita sudah melewati ujian akhir. Dan ujianku telah selesai pada 3 desember yang lalu. Tapi, aku adalah seorang mahasiswa tingkat akhir. Libur menjadi sebuah pertimbangan cukup berat yang akhirnya ku putuskan setelah kupikirkan baik-baik sebelum aku meninggalkan kota rantauku.

Yeayy this is Holiday. Ini adalah waktu yang paling ditunggu oleh setiap orang bukan hanya pelajar atau mahasiswa. Setiap orang ingin melakukan semua hal yang menyenangkan dan melupakan sejenak semua masalah terkait. Seperti yang kutuliskan sebelumnya, cukup sulit untuk memutuskan liburan ini. Sebenarnya, ada banyak hal yang ingin kulakukan ditempat diperantauan selama musim liburan, tetapi tidak bisa karena suatu hal. Oleh karena itu aku sudah merancang kegiatan apa saja yang akan aku lakukan di rumah bersama keluarga. Aku ingin liburanku ini bukan hanya untuk bersenang-senang saja, tapi juga lebih bermanfaat.

Di liburan-liburan sebelumnya aku menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan. Tidur adalah cita-cita yang harus terpenuhi. Wajarlah ditanah rantau, kualitas tidur jauh dari standart. Apalagi alesannya kalo dikejer deadline tugas, haha. Lanjut, biasanya diliburan panjang aku suka marathon drama korea yang pernah aku ceritain di postingan sebelumnya. Terus doyan makan dan ngemil. Ga tau kenapa kalo dirumah itu nafsu makan bertambah, haha. Terakhir biasanya aku sering hang-out bareng temen-temen dan gengs aku. Gils banget kan ya . . .

Di liburan kali ini agak rada sedikit beda dari liburan-liburan sebelumnya. Aku udah nyusun kegiatan apa aja yang bakalan aku lakuin nantinya. 

Pertama, hal yang wajib dilakukan tentunya melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama keluarga. Berkumpul bersama dan bersenda gurau di ruang keluarga sambil menikmati seduhan teh atau susu hangat dan menikmati kudapan yang telah aku buat bersama kiki, adiiku. Atau ketika langit mulai memerah, kami akan duduk bersama di teras rumah atau duduk di ayunan di bawah teduhnya pohon rambutan sembari memandangi kendaraan yang terus melintas dan bernostalgia, mengingat kembali masa-masa ketika kami kecil dan lucu.

Kedua, ketika berada dirumah jangan pernah menganggap diri sebagai seorang tamu/raja. Meski kita lama berada diperantauan, rumah tetaplah rumah kita. Jadi bersikaplah sebagai orang yang tinggal dirumah. Selama liburan aku memastikan mama tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Selama ini ketika aku dan kiki sibuk kuliah, mama lah yang selalu mengerjakan pekerjaan itu Seperti mencuci baju, mencuci piring, menyapu, dan menggosok. apalagi masih muda. Maklum saja, kami tidak memiliki pembantu lagi. Aku memiliki 4 saudara. Aku dan Kiki adalah anak gadis di keluarga ini. Dan selebihnya adalah anak laki-laki. Dua diantara nya masih SD.

Selanjutnya selama liburan aku berupaya untuk menyusun langkah dan strategi-strategi baru untuk mencapai target yang aku inginkan di tahun 2019. Beberapa target itu sudah aku tulis di postingan blog ini. Part ini menurutku lumayan sulit. You know lah. Godaan dirumah besar banget. Ketika niat ada, ada-ada aja faktor yang tidak mendukung. Alhasil tertunda plan-nya. 


Kayaknya sih itu aja hal-hal yang bakal aku lakuin selama liburan ini. Untuk kegiatan yang lain, aku mah fleksibela ajah, wkwk. Tinggal memposisikan diri, situasi, dan kondisi apakah memungkinkan atau tidak. This is my planning of my holidays. How about you? 

Sabtu, 08 Desember 2018

Top 10 songs in my playlist

I love music
For me, music is a morning coffee
It's a mood medicine
It's pure magic
A good song is like a good meal
I just want to inhale it and then share a bite with someone else
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
This is real. Music is soothing. Music become my best friend when nobody else understands. Sometimes song lyrics also convey a message to the world that I cannot convey.

I like to listen to music and sing to sing myself when things are more complicated.

This is top 10 songs in my playlist:
1. Sheila on 7 - Lapang dada
2. ‎Beyonce - Listen
3. ‎Ed Shereen - Perfect
4. ‎Afgan - Knock me out
5. ‎Agnes Monica - Rindu
6. ‎Anandito Dwis - Mencintai kehilangan
7. ‎Loren Allred - Never enough
8. ‎Adelle - Set fire to the rain
9. ‎Wahyu - Selow
10. ‎Taylor Swift - Love story

Puasa pertama

 Assalamualaikum... Apa kabar temen2 semuanyaa, semoga selalu sehat dan baik-baik saja dimana pun berada .. Alhamdulillah sebentar lagi, kit...