Aku masih mengingat cukup jelas bagaimana masa kecilku waktu itu. Berpetualangan di bawah teriknya sang mentari hingga senja menunjukkan pesonanya.
Ya, masa kecil kuhabiskan hanya dengan bersenang-senang. Bermain sepanjang hari tanpa beban, tanpa memikirkan masalah apapun. Seperti aku memiliki duniaku sendiri. Terkadang rasanya ingin kembali ke masa itu dengan meminjam 'pintu kemana saja' milik doraemon. Andai itu bisa terjadi, tentu kita akan kabur kesana untuk menghindari atau melupakan suatu hal, haha.
Masih terngiang, waktu dimana seorang anak kecil seharusnya berada dirumah dan tidur siang, aku malah berkeliaran bersama teman-teman menjelajah komplek disiang bolong. (Dulu aku tinggal dikomplek perumahan tempat ayah ku bekerja sebelum aku menempati rumah yang sekarang ini) Setelah makan siang, langsung dijemputin sama anak tetangga buat maen kesana-kemari.
Kalian tau, kulit eksotis bule yang berjemur di pantai, kayak gitu juga penampakanku saat itu, plus agak dekil dikit, haha. Aku akan ceritakan kisah-kisah yang masih melekat dalam ingatan ini.
Mari kita mulai dengan aktivitas yang kami lakukan.
David, Lia, Delima, Nia, Yuk Rara, dan lainnya adalah teman-teman masa kecilku yang masih ku ingat namanya. Maklum saja, sudah 15 tahun lebih telah berlalu sejak kepindahanku saat itu. Dan kami belum pernah bertemu lagi hingga saat ini. Entah bagaimanapun kabar mereka, aku harap mereka selalu berbahagia. Seperti mereka yang pernah menjadi salah satu kebahagiaanku di masa itu.

Kami adalah pendekar-pendekar kecil yang sering keluyuran dan bermain dengan alam. Kalian tau sobat main dengan alam itu menyenangkan. Berjalan dibawah teriknya mentari, menikmati hembusan angin yang dingin, menari di bawah rintik-rintik hujan, berlari mengejar layang-layang, menangkap capung, bermain ayunan, memberi makan rusa, memanjat pohon, dan memetik biji bunga ungu lalu membuangnya ke air hingga mengeluarkan sebuah letupan.
Selanjutnya bicara tentang jajanan.
Hayooo jajanan yang apa yang sering kalian beli di masa kalian dan udah jarang banget nemuinnya di masa sekarang?
Kalo aku sih permen jagoan neon atau ga permen kaki yang warna merah, wkwk. Permen yang selalu jadi jajanan aku waktu TK. Waktu itu dengan uang 300 rupiah bisa beli 3 buah permen itu. Terus lagi minuman jas-jus. Ciki cinta yang ada hadiah duitnya, Permen karet yang bulet-bulet warna-warni, yang kalo abis dimakan, biasanya ditempelin kemana aja, tapi biasanya kekursi. Kotak-kotakan yang isinya mainan, Satu lagi itu balon yang ditiup pakek pipet. Yang dulu harganya cuma seratus rupiah.
Next, tentang Film kartun.
Teletubbies, kartun boneka yang ada bayi mataharinya, itu film aku waktu kecil banget tuh. Tiap pagi nonton di tv sambil makan pagi. Ada juga doraemon, sinchan, maruko chan, power ranger, dan banyak lagi kartun-kartun yang seru lainnya.

Dibandingkan dengan generasi jaman now, aku malah sedih menyaksikan masa kecil mereka. Berkutat dengan gadget. Digenggam kemanapun. Seakan-akan tidak bisa lepas dari genggaman. Mereka bahkan jarang keluar rumah dan bermain bersama dengan anak tetangga. Mereka terlalu sibuk dengan apa yang ada di handphone. Maklum saja sekarang sudah beda zaman, maka beda pula teknologinya. Jika sekarang handphone adalah kebutuhan, kemanapun selalu digenggam. Maka di masa itu handphone adalah sebuah barang mewah. Tidak semua orang memilikinya. Dan produksinya juga tidak banyak berbeda seperti saat ini. Kegunaanya pun hanya sebatas untuk menelpon dan sms dengan biaya yang terbilang tidak murah. Sebagian besar orang masih menggunakan telepon rumah. Teknologi sudah menghipnotis mereka. Bahkan untuk dekat dengan alam mereka harus merogoh kocek mahal untuk merasakannya. Jauh berbeda bukan dengan kisahku dulu?