Bingung kalo ditanya ngoleksi apa dirumah. Karena emang orang rumah ga punya hobi yang kayak gituan, koleksi tas branded, sepatu, jam tangan, hiasan keramik atau sejenisnyalah yaa. Apalagi koleksi motor dan mobil, haha. Ga sanggup mau gituan, bisa ga makan bertahun-tahun. Wkwk.
Dirumah itu banyak tumpukan buku-buku. Tapi ku bingung mau bilangnya koleksi atau bukan. Gimana ya, mau bilang koleksi, tapi ga ada niatan buat koleksi. Mau dibilang gak, tapi terus dikumpulin. Ya udah, aku anggep aja itu sebagai koleksi buku.
Sebenernya buku-buku itu adalah buku-buku semasa sekolah, dari TK-SMA punyaku, ke-4 adikku dan beberapa buku sekolah papa waktu sekolah STM. Buku-buku itu sengaja disusun dan disimpan dalam lemari agar memudahkan kami mencari referensi sumber belajar. Ini mirip kayak perpustakaan disekolah-sekolah.
Waktu kuliah aku juga sering beli buku untuk meningkatkan kualitas diri, dikit demi dikit terkumpul. Hasilnya juga sama seperti yang ada di rumah. Kalo lagi pengen baca ulang bisa langsung baca ditempat.
Yapps itulah, barang yang aku anggap sebagai koleksi pribadi dan keluargaku.
Jumat, 30 November 2018
Kamis, 29 November 2018
5 Film yang wajib kamu tonton!
Siapa yang punya hobi
nonton sama kayak aku? Sukanya nonton Film atau Drama? Atau keduanya? Aku suka
nonton film. Aku juga suka drama korea. Apalagi kalo yang main oppa-oppa
ganteng, ditambah ceritanya menarik. Udahh ga bisa tuh, ga kegoda.
Alert for drama korea!!!!!
Aku berusaha kuat untuk
ga tergoda nonton, terlebih jika dramanya rilis diwaktu sibuk kuliah. Berat,
cuyy. Bisa dipastikan nilai aku jatuh semua itu. Soalnya aku punya kebiasaan
jelek kalo lagi nonton. Deadliner. Sistem kebut semalam (SKS). Ternyata
bukan cuma tugas aja ya yang kayak gitu. Nonton juga ada dealine-nya. Jaman
sekolah aku sering dimarahin, karena hal itu. Aku ga bakalan gerak dari tempat
aku sampe dramanya kelar. Kecuali udah kelewat laper dan kebelet pipis.
Pokoknya lupa akan segala hal. Entah itu dramanya terdiri dari 20 episode, aku
pastiin bakalan abis dalam sehari. Untuk episode-episode yang lebih dari 20, ga
bakal aku tonton. Ga masuk kriteria dramaku. #One day, one drama. Bukan #One
day, one juz. Parah kan? Emang. Jangan ditiru ya. Jadi trik buat mengatasinya
adalah nonton waktu liburan setelah ngerjain semua pekerjaan rumah. Bangun
pagi, kerjain PR, lanjut drama sampe puas. Sampe mata bengkak, ngalahin matanya
panda. Menjelang liburan, biasanya aku udah prepare dan nye-tock drama apa aja
yang bakal di abisin selama liburan.
Tapi hari ini aku ga
bakalan bahas tentang drama. Hari ini kita akan fokus pada film. Aku baklan
kasih tau genre favorit aku kalo lagi nonton film. Aku suka romance, comedy, dan
fantasy. Film ini bisa aku tonton walaupun ditengah padatnya jadwal dikampus.
Biasanya sih aku streaming pas lagi weekend atau lagi bener-bener suntuk. Aku
lebih suka film Indonesia, Thailand, atau Western. Aku akan rekomendasiin
kalian 5 film yang menurut aku menarik.
1. A Little Thing Called
Love
Film yang satu ini
bercerita seorang perempuan berkulit hitam, berkacamata, dan kurang menarik
bernama Nam (Baifern Pimchanok Luevisadpaibul) yang diam-diam jatuh cinta
kepada senior tampan dan keren disekolah nya bernama Shone (Mario Maurer). Shone
adalah idola semua wanita disekolah. Nam berusaha untuk mendapatkan perhatian
Shone dengan merubah segala aspek penampilannya semakin cantik dan menarik dan
dilirik oleh Shone. Film ini banyak dibumbui adegan komedi yang sangat konyol
meski bergenre romantis.
2. ATM er rak
error
Mengisahkan tentang
sepasang kekasih Sua (Chantavit Dhansevi) dan Jib (Preechaya Pongthananikorm)
yang bertaruh mengusut atas errornya sebuah TM di sebuah kota di Thailand,
siapa yang kalah dalam mengusut lebih dulu harus resign. Soalnya ada peraturan
kantor yang tidak membolehkan
berpacaran dengan rekan kerja. Banyak adegan-adegan lucu yang ditampilkan oleh
kedua pemain diatas dan pemain lainnya. Bahkan film ini sudah ditayangkan
serial dramanya TV Thailand.
3. Cinta laki-laki
biasa
Film ini diadaptasi dari
cerpen karyanya bunda Asma Nadia yang terinpirasi dari kisah nyata yang pernah
disaksikan. Film ini menceritakan tentang perjuangan dan pembuktian cinta yang
luar biasa dari seorang laki-laki biasa bernama Rafli yang diperankan oleh Deva
Mahendra kepada Nania Dinda Wirawan yang berasal dari keluarga kaya dan
terpandang yang diperankan oleh Velove Vexia setelah berulang-ulang dihina dan
dan dilecehkan oleh keluarga Nania.
4. Harry Potter
Film yang tidak boleh dilewatkan. Pun, tidak pernah bosan
untuk ditonton. Harry Potter series ini mengisahkan petualangan
seorang penyihir remaja bernama Harry Potter dan sahabatnya, Ronald Bilius Weasley dan Hermione Jane Granger, yang merupakan pelajar di Sekolah Sihir Hogwarts. Inti cerita dalam novel-novel ini berpusat pada
upaya Harry untuk mengalahkan penyihir hitam jahat bernama Lord Voldemort, yang berambisi untuk menjadi makhluk abadi,
menaklukkan dunia sihir, menguasai orang-orang non penyihir, dan
membinasakan siapapun yang menghalangi jalannya, terutama Harry Potter.
5. The Chronicle of
Narnia
Film ini mengisahkan
petualangan 4 bocah dan seekor singa ajaib di sebuah negeri fantasi bernama
Narnia. Serial ini lantas dibagi menjadi tiga film, yaitu The Lion The Witch
and The Wardrobe, Prince Caspian, dan The Voyage of The Dawn Treader.
Selasa, 27 November 2018
Barang yang kudu ada di tas
Hallo happy people? Gimana kabarnya hari ini ? Semoga cerah kayak secerah langit biru ya😄
Aku adalah orang yang kalo berpergian itu, ntah travelling atau hang-out itu selalu bawak tas, especially sling bag. I don't why, but I enjoy use it. Jadi aku bakalan cerita barang apa aja yang selalu aku bawak dalam tas.
1. Handphone
Ini adalah benda wajib yang selalu aku bawak kemanapun aku pergi. Di tiap aktivitas aku, hape itu wajib, kudu, mesti ada di deket aku. Kenapa? Aku, kamu, dan kita gak bisa prediksi apa yang bakal terjadi setelah ini dan apa yang akan terjadi setelah aku pergi, jadi handphone ini aku peruntukkan sebagai salah satu alat yang bisa membantuku.
2. Dompet
Yang pasti dompet yang aku bawak harus ada isinya. Uang cash itu harus ada di dompet sama kartu-kartu penting dan yang berhubungan sama perjalanan aku. Untuk KTP dan kartu ATM itu gak pernah boleh lupa
3. Charger
Risiko ga punya powerbank ya gini, harus bawa charger kemanapun. Nah disini kemampuan melirik harus tinggi. Terutama lirik colokan ya. Jadi ketika ada selo (kesempatan), langsung gas colok charger di terminal.
4. Liptint
Aku sering dibilang pucat kalo ga pakek lipstick sama temen-temenku, bahkan dibilang kayak orang sakit. Huft😔. Dan kebetulan aku pengguna liptint, dan itu nggak waterproof. So wajib banget, liptint itu aku bawa untuk jaga penampilan aku biar tetap fresh, dan ga pucat.
5. Pena
Ini hal terakhir yang selalu aku bawak, hukumnya sih ga wajib ada di tas. But, it is always in my bag. Sebenernya aku sering nulis-nulis atau nyatet-nyatet gitu. Makanya pena itu ga pernah aku keluarin dari tas. Bisa sih nyatet pakek hp, cuma merasa agak beda aja. Jadi ya pena ini lah yang selalu membantu. Untuk kertasnya aku mah bebas, menyesuaikan dengan tempatku berada, yang penting bisa untuk ditulis.
Okey guys, that's all the stories of me. By thr way, this post answers the challenge of blogger perempuan. Have a nice day, guys.
Aku adalah orang yang kalo berpergian itu, ntah travelling atau hang-out itu selalu bawak tas, especially sling bag. I don't why, but I enjoy use it. Jadi aku bakalan cerita barang apa aja yang selalu aku bawak dalam tas.
1. Handphone
Ini adalah benda wajib yang selalu aku bawak kemanapun aku pergi. Di tiap aktivitas aku, hape itu wajib, kudu, mesti ada di deket aku. Kenapa? Aku, kamu, dan kita gak bisa prediksi apa yang bakal terjadi setelah ini dan apa yang akan terjadi setelah aku pergi, jadi handphone ini aku peruntukkan sebagai salah satu alat yang bisa membantuku.
2. Dompet
Yang pasti dompet yang aku bawak harus ada isinya. Uang cash itu harus ada di dompet sama kartu-kartu penting dan yang berhubungan sama perjalanan aku. Untuk KTP dan kartu ATM itu gak pernah boleh lupa
3. Charger
Risiko ga punya powerbank ya gini, harus bawa charger kemanapun. Nah disini kemampuan melirik harus tinggi. Terutama lirik colokan ya. Jadi ketika ada selo (kesempatan), langsung gas colok charger di terminal.
4. Liptint
Aku sering dibilang pucat kalo ga pakek lipstick sama temen-temenku, bahkan dibilang kayak orang sakit. Huft😔. Dan kebetulan aku pengguna liptint, dan itu nggak waterproof. So wajib banget, liptint itu aku bawa untuk jaga penampilan aku biar tetap fresh, dan ga pucat.
5. Pena
Ini hal terakhir yang selalu aku bawak, hukumnya sih ga wajib ada di tas. But, it is always in my bag. Sebenernya aku sering nulis-nulis atau nyatet-nyatet gitu. Makanya pena itu ga pernah aku keluarin dari tas. Bisa sih nyatet pakek hp, cuma merasa agak beda aja. Jadi ya pena ini lah yang selalu membantu. Untuk kertasnya aku mah bebas, menyesuaikan dengan tempatku berada, yang penting bisa untuk ditulis.
Okey guys, that's all the stories of me. By thr way, this post answers the challenge of blogger perempuan. Have a nice day, guys.
Senin, 26 November 2018
5 Warung makan/ restoran favorit beserta reviewnya
Aku tipe orang yang ga bisa laper. Kalo laper bawaannya badmood, mo kesel terus sama orang. Jadi pas dapet tantangan challenge tentang review tempat makan, seneng gitu rasanya hahaha. Ini 5 tempat makan di Muara Enim yang menurut w recommended banget buat kalian yang nyari referensi buat makan bareng keluarga, teman, ato pacar. Atau untuk kalian yang lagi atau sedang mau ke sini. This is for you.
- RM. Bakso Solo, Muara Enim
Pertama denger pati nyangkanya, menu utama disini adalah bakso. Teeeeetttttt. Jawabannya adalah ayam panggang. Lha kok gitu. Saya juga kurang tahu, hehehe. Yang saya tahu, ayam panggang dirumah makan ini enak banget. Kalo lagi di Muata Enim jangan lupa mampir guys, gak bakalan nyesel. Terus harganya juga sesuai kantong, dibanderol dengan harga Rp. 17.000,- (Itu harga terakhir kali aku beli disana, ga tau kalo udah naik ya). Ayamnya gurih banget, kerasa banget bumbunya. Disajikan dengan kuah soto yang menggoda dan ada lalapannya juga. Pas banget dijadiin lauk, apalagi dimakan dengan nasi anget. Uuhhh jadi baper, eh laperr. Disamping itu ada banyak variasi menu di rumah makan ini, ada bakso, nasi goreng, aneka jus, dan lainnya.
- Bakso Mercon, Muara Enim
Alamat: Jl. Jendral Sudirman, Ps. III Muara Enim, Kec. Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan 31313
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Sate madura mbak Dewi, Muara Enim
Alamat: Jalan Jenderal Sudirman No.80, Ps. III Muara Enim, Kec. Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan 31313
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sejauh aku merantau disini (Indralaya), belum ada keknya yang mampu menggantikan enaknya sate mb Dewi ini lho guys. Beneran suerrr, selama disini aku udah nyoba 2 tempat sate yang katanya paling enak disini. tapi ga seenak satenya mb Dewi. Aku udah lama banget berlangganan sama sate mb Dewi ini, dari sebelum dia pindah ke tempat yang baru, bahkan dari warungnya masih kecil dan sempit banget sampe kayak sekarang. Pokoknya kalo udah sore, behhh harus rela ngantri deh pokoknya. Sebenernya di Muara Enim ada satu lagi tempat makan sate yang sama enaknya kayak di mb Dewi, namanya Kedai sate Cakyon. Dulu sering beli disana, sebelum ada kedainya mb dewi. Sekarang udah gak lagi. Keduanya sama-sama jual sate ayam dan kambing. Kuah kacang keduanya pun mantra, hahaha. Mantap terasa. Aku suka kuah kacangnya, gurih gitu. Satenya juga enak. Tapi yaa itu, aku kurang suka sate Cakyon karena banyak gajihnya, kayak lemak-lemak ayam gitu. Aku gak doyan makan gajih gitu dari kecil. Dan karena itu aku gak beli di sana lagi. Harganya sate ayam dibandrol Rp. 13.000., per porsinya. Untuk sate kambing, saya kurang tahu.
- RM. Multi Minang
- Mie Ayam Warbaw (Warung Bawah), Muara Enim
The last, Uuuhhh ini warung mie ayam favorit aku banget. Selain tempatnya deket lima langkah dari rumah, eh ga deng bercanda. Emang deket palingan, cuma berselang 5 rumah dari rumahku, harganya itu oke banget untuk anak muda, murah. Porsinya juga cukup buat perut kenyang. Untuk satu porsi mie ayam original, dibandrol dengan harga Rp. 8.000.
Sabtu, 24 November 2018
Social media, positive or negative ?
Hari ini kita masih dengan Challange Blogger Perempuan dengan tema Media Sosial.
Asing dengan ini Facebook,
twitter, ask.fm, instagram, dan lainnya ? Ya kali, gaklah
yah. Aku yakin pasti temen-temen reader pada punya semua, minimal satulah ya
dari semua jenis medsos yang ada hingga kini.. Jaman gini, ga punya medsos
sendiri, apa kata dunia? wkwk.
Aku kenal internet itu waktu kelas satu
SMP kalo ga salah, bener ya berartii. Hehehe. Di Muara Enim, kota tempat
tinggalku pada masa itu, namanya warung Internet a.k.a. warnet masih baru
banget, keberadaannya bisa diitung pakek jari gais. Yang aku tau warnet itu
baru ada di deket rumahku dan satunya lagi di daerah pasar. Dan itu masih sepi
buangettt. Gak kayak sekarang, warnet itu pasti rame banget. Tiap balik sekolah
anak-anak nongkongnya di warnet sampe-sampe lupa waktu kebanyakan sih anak anak
cowok yang kek gitu. Kalo anak cewek gitu bisa gawat. Lewat dari jam 5 sore
belum pulang, udah ribu orang sejagat rumah nyariin dia, wkwk. Pengalaman
pribadiku gitu, hahaha.
On
the that day, media friendster itu udah ada dan bahkan udah
hampir ditinggalkan, karena kemunculan facebook.
But, I didn't know about that. Duhhh
kudet banget yak, aku jaman itu haha. Pertama kali maen ke warnet itu, aku
belajar buat email yang diajarin sama (almh) tanteku. Kalian pada tau kan email
itu syarat utama kalo mau buat medsos gais? Apa-apa pasti yang diminta alamat
email. Waktu itu sekalianlah aku minta langsung diajarin buat facebook. Alhasil, itulah saat pertama
aku punya medsos. Senengnya gak main-main gaes, karena rata-rata temen kelas
kaya gitu semua, seolah-olah kita punya mainan baru gitu. Jadi asik
beutt.

Sekarang perkembangan dunia sosmed, bukan
main bung, cepet banget berkembangnya? Satu muncul, eh udah muncul lagi yang
lain. Sampe-sampe punya banget sosmed, belum lagi sosmed kloningnya, wkwk. Rela
berjam-jam menghabiskan waktu dan lupa kembali ke dunia nyata, hmmm sungguh
terlaaluu. So guys, what do you think about social media in
this era? Postive or negative? Or both of them?
I choose both of them. In my opnions, sosmed itu ibarat dua mata pisau, bisa membantu sekaligus
melukai jika porsinya diluar kendali. Gimana maksudnya ? Sosmed itu memberikan update-update informasi terbaru
dari seluruh dunia. Di twitter misalnya, kita bisa tau apa yang jadi trending perbincangan saat ini. Di instagram kita bisa tau info-info tentang
sesuatu yang kita butuhkan, tentang beasiswa, seminar, lomba yang dibutuhkan
mahasiswa sekarang. dan banyak lagi lainnya. Selain itu, kita bakalan banyak dapet temen-temen baru disana dan menjaga silaturahmi dengan teman yang jauh.
How hurt it is? First, I
think hurt your self and the closest person. Why ? Waktu kita dalam main gadget itu sulit dikontrol, berjam-jam sehingga
kita lupa waktu. Kita lupa akan kebutuhan-kebutuhan primer kita . Misal lupa makan, lupa ibadah, menunda-nunda hal dan berefek buruk pada yang lain. Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Tanpa sadar kita sering melakukan itu kepada orang terdekat kita. Ada yang saking asyiknya, di moment-moment ngumpul sama orang
terdekat tetep mantengin medsos. Kayak dia punya dunia sendiri gitu dan akhirnya
ada sedikit jarak yang terbentang karena itu. Anak kecil jaman now juga gitu sekarang, seih aku liatnya, jangen kangen masa kecilku yang aktif berkelana kesana-kemari, hehehe. Mungkin dari sikap oarang tua yang secara tiru sama mereka dan faktor lingkungan juga yng dukung.

Second, in social media we are usually given a space to express what we
feel, what we like or what we do not like about something. Biasanya lewat
tulisan dalam kolom komentar atau fitur snap yang disediakan. Kita sering kali
terpancing mengutarakan sesuatu yang gak disukai lewat stories-stories kita. Berkomentar
pedas dan mencibir konten-konten yang tidak pantas, sampai menuliskan
kalimat-kalimat judge yang terkadang mengundang
ujaran kebencian di hadapan public, dan melebar ke meja hijau. Alhasil
tentunya akan ada pihak yang merasa sakit tapi tak berdarah.
So
positive and negative impact of social media depents on us to respond. All
about responses. From me, don’’t forget to use social media
well and wisely, guys Do not let social medi reduce our time to socialize and gather
with our family, be productive and the last still be useful for others. Batesin
penggunaan medosnya, dalam sehari maksimal main gadget berapa lama. Itu juga berlaku
untuk orang yang hidup dari medsos. Menurutku ketiga poin itu tadi mesti balance,
guys. Have a nice day!
Jumat, 23 November 2018
Alasan aku disini
Next, hari ke 4, #BPNchallenge30days, horee. . .
Tema hari ini tentang kenapa mesti gabung di blogger perempuan.
Okey happy people, I will tell here the reason, why I join with this community. But please, don't be fed up when all of you read my story. Okay ?
Aku tergolong blogger baru, meskipun sudah lama banget mengenal yang namanya dunia blog. Aku masih anak kemarin sore, yang belum tau apa-apa. Jujur diawal aku terpikir buat bergabung di komunitas blogger. Waktu berlalu dan aku sadar bahwasannya setiap hobi pasti ada yang namanya komunitas. Nah disitu aku baru ngehh. Mereka yang suka desain ada komunitasnya. Yang suka fashion juga ada komunitasnya. Yang pencinta alam pun gitu. Dan banyak lagi ya. Begitupun sama dunia blog, ada komunitasnya. Karena dihantui rasa penasaran yang membara-bara, akhirnya aku searching-searching di paman google yang selalu setia menjawab setiap pertanyaan-pertanyaanku, hehe. Tadaaaaaaaaaaa. Dan akhirnya aku menemukanmu, kamu yang selama ini ku tunggu. Kayak lagu aja, haha. Yapss blogger perempuan networking. Ternyata ga nyangka lho kalo ada komunitas blogger khusus perempuannya juga. Akhirnya join deh disana.
Ini beberapa alasan aku gabung di sini
- Cari temen baru, pastinya. Setidaknya kita menemukan rekan satu rasa untuk sharing mengenai masalah blog dengan sesama blogger berpengalaman. Atau bisa juga diajak kopdar bareng jikalau sedang berada di satu daerah yang sama.
- Dapet relasi baru dari berbagai background.
- Ilmu baru, pengetahuan tentang dunia blogging bertambah. Terus dapet info-info baru seputar ngeblog kayak SEO, blog competition, dan lain-lain.
Kamis, 22 November 2018
Aku dan langit biru
Karena langit adalah candu ketika jenuh datang melanda. Membuatmu merasa ada yang mengertimu ketika dunia menatapmu berbeda
-Rohmatikal Maskur-
Menatap dan bercerita bersama langit biru adalah favoritku. Sungguh nyaman. Mengagumi keindahannya dari bawah memberikan kedamaian hati dan pikiran. Ketika keadaan tidak seperti yang kita inginkan tanpa seorangpun yang mengerti, langit seolah-olah mengerti dan memberi sinyal yang ditangkap oleh sepasang mata kita. Seketika kegundahan kita hilang meski sesaat. Kegundahan kita tidak akan hilang seutuhnya hanya dengan bercerita, entah itu pada manusia ataupun langit. Setidaknya itu akan menghilangkan sedikit beban dalam diri dan memberikan sedikit suntikan energi tersendiri yang sedikit sulit didefinisikan.
Taaaaaaaadaaaa
Ini ceritaku, mana ceritamu ?
-Rohmatikal Maskur-
Tantangan hari ini #BPNchallenge30day hari ke-3 akan menjawab kenapa aku ngasih nama langit biru on my blog. Perlu kalian ketahui, bahwa itu bukanlah nama pertama yang aku gunain sebagai nama blog aku. Sebelumnya aku mungkin udah tiga kali ganti nama, karna aku ngerasa ketiga nama itu kurang cocok dan feel-nya kurang membekas. Meskipun nama pribadiku pernah dipakek, aku ngerasa kurang pas aja kalo namaku jadi nama blog. Jadi kuputuskan untuk ganti nama, dan terpilihlah 'langit biru' yang dirasa pas menghiasi nama on my blog.
Penamaan blog aku lakuin ga sembarangan lho ya. Karena menurut aku sendiri nama yang tepat mewakili karakteristik blog itu sendiri. Nama itu sebagai branding. Misal kalo kamu punya nama yang aneh, kamu bakalan di cap aneh sama orang lain yang ga kenal kamu. Nah, begitu juga dengan nama blog. Orang yang mengunjungi blog kita belum tentu mengenal kita dengan baik. Jadi kita harus membentuk hal yang baik untuk dapet sesuatu yang baik. Hal pertama yang dilihat kebanyakan orang di masa ini adalah melihat apa yang jelas terlihat (read: cover), bukan esensi atau konten itu sendiri. So, penamaan itu penting buanggetttttttt...
Jadi gini awal mula nya, bener-bener dibaca ya gaes, kalo bisa dipahami ya gaes . . .
Aku jatuh cinta pada namanya langit. Jika kebanyakan orang jatuh cinta pada senja aku lebih menyukai langit biru. Really. Ada banyak begitu banyak warna di langit, yang mewakili setiap perasaan manusia dalam warna-warna langit. Ada langit biru, langit kelabu, jingga/senja, dan langit malam yang berbintang. Sungguh indah bukan ciptaan Tuhan ?
Menatap dan bercerita bersama langit biru adalah favoritku. Sungguh nyaman. Mengagumi keindahannya dari bawah memberikan kedamaian hati dan pikiran. Ketika keadaan tidak seperti yang kita inginkan tanpa seorangpun yang mengerti, langit seolah-olah mengerti dan memberi sinyal yang ditangkap oleh sepasang mata kita. Seketika kegundahan kita hilang meski sesaat. Kegundahan kita tidak akan hilang seutuhnya hanya dengan bercerita, entah itu pada manusia ataupun langit. Setidaknya itu akan menghilangkan sedikit beban dalam diri dan memberikan sedikit suntikan energi tersendiri yang sedikit sulit didefinisikan.
Taaaaaaaadaaaa
Ini ceritaku, mana ceritamu ?
Langganan:
Komentar (Atom)
Puasa pertama
Assalamualaikum... Apa kabar temen2 semuanyaa, semoga selalu sehat dan baik-baik saja dimana pun berada .. Alhamdulillah sebentar lagi, kit...
-
Indonesia mempunyai lautan seluas 3.257.483 km 2 . 71 % wilayah Indonesia adalah laut. Indonesia juga menjadi penyuplai 10 % perikana...
-
Bahagia itu adalah pilihan. Seperti hidup yang diharuskan untuk selalu memilih, kebahagiaan adalah hal yang dapat kita pilih. Bukankah...
-
Hallo happy people? Gimana kabarnya hari ini ? Semoga cerah kayak secerah langit biru ya😄 Aku adalah orang yang kalo berpergian itu, ntah...






