Minggu, 05 Mei 2019

5 Kegiatan yang dapat dilakukan sebelum berbuka puasa

Memasuki bulan Ramadan, ada satu acara yang selalu ada dalam list kegiatan. Yaps, BUKA PUASA BERSAMA. 

Buka puasa bersama sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadan, sehingga kegiatan ini termasuk dalam kegiatan wajib yang selalu dilakukan. Berbagai undangan dan ajakan kerap berdatangan silih berganti untuk buka puasa bersama baik itu dari teman sekolah, kuliah, ataupun rekan kerja. 

Tentu saja esensi kegiatan ini bukan hanya sebatas untuk membatalkan puasa yang telah kita semua lakukan seharian penuh. Namun lebih dari itu. Ada makna mendalam yang tersirat didalamnya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk berkumpul dan menjaga tali silaturahmi yang sedikit kendor ataupun kusut karena kurangnya komunikasi yang kurang intens akibat kesibukan dan pekerjaan yang seolah-olah tiada habisnya. Selain itu juga, kegiatan ini dijadikan sebagai ajang untuk reuni kembali bersama teman-teman SD, SMP, SMA, kuliah, yang jarang bertemu dan baru kembali dari daerah perantauan (mudik).
Kegiatan buka puasa dapat dilakukan dimana saja. Tidak hanya dilakukan di rumah, di restauran, ataupun di rumah makan. Namun juga bisa dilakukan di masjid, di jalan, dan juga di panti. Ada 5 jenis kegiatan yang dapat dilakukan sebelum berbuka puasa. Di antaranya:

1.  Melakukan Kultum/ Ceramah singkat mengenai agama
Sebelum azan berkumandang, kegiatan berbuka puasa dapat didahului dengan kegiatan kultum/ ceramah singkat mengenai agama sebelum bunyi azan berkumandang. Tentu saja ini kegiatan yang positif, selain menambah ilmu juga mendapatkan pahala.

2. Ngobrol bersama
Ketika rutinitas pekerjaan makin menjadi-jadi, ditambah jarak yang memisahkan atar yang satu dengan yang lain, tentu saja komunikasi akan menjadi kurang intens. Ngobrol dan bercanda bersama setelah jarang bertemu di saat buka bersama adalah momen yang tepat untuk bernostalgia bersama teman-teman sembari menunggu azan berkumandang.

3. JJS (Jalan-jalan sore)
Ngabuburit dengan JJS bersama teman-teman akan terasa mengasyikkan dilakukan. Sembari menunggu mentari tenggelam, berkeliling kota dengan sepeda motor bersama teman-teman dan mencari jajanan-jajanan untuk berbuka pastilah menyenangkan. Tentu ini mengingatkan pada kenangan-kenangan masa lalu yang pernah dilakukan ketika sekolah dulu

4. Kegiatan berbagi makanan menjelang berbuka
Kegiatan berbagi makanan menjelang berbuka dengan cara memberi makan sesama kaum muslim/muslimin baik yang sedang berpuasa ataupun kepada mereka yang membutuhkan (saleh sosial). Kita dapat memberikan takjil kepada jamaah shalat Maghrib yang berbuka puasa di masjid-masjid atau berbagi takjil dijalan kepada mereka yang akan memecahkan puasanya dijalan.

Memberi makan orang yang berpuasa,akan mendapatkan pahala dari orang yang berpuasa.
Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Selain itu mereka yang memberi makan orang yang berpuasa dan juga berpuasa akan disiapkan kamar-kamar di surganya Allah Swt. 

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا. فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”
(HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

5. Buka Bersama Anak Yatim di Panti
Berbuka bersama anak yatim akan lebih terasa syahdu dan bermakna, karena kita akan lebih merasakan arti dan nikmatnya bersyukur. Kita belajar, bahwa ada banyak orang diluar sana yang lebih kurang beruntung dari kita. Selain itu dengan berbuka bersama anak yatim, artinya kita telah berbagi kebahagiaan bersama mereka

Tradisi yang baik seperti ini harus selalu dijaga, sehingga memupuk kepekaan dan kesalehan sosial dengan tetap menjaga silaturrahmi dan berbagi. Harapannya, tradisi ini tidak hanya ramai di bulan Ramadhan. Namun juga dalam menjalankan puasa-puasa sunnah lainnya. Sesungguhnya silaturahmi menambah umur dan meluaskan rezeki.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan santun :)

Puasa pertama

 Assalamualaikum... Apa kabar temen2 semuanyaa, semoga selalu sehat dan baik-baik saja dimana pun berada .. Alhamdulillah sebentar lagi, kit...