Senin, 06 Mei 2019

Ber-nostalria masa PBL 2018

Aku belum pernah cerita tentang ini di postingan sebelumnya. Lain kali aku bakalan ceritain full version pengalaman belajar dan kegiatan kami selama mengikuti PBL. So, happy reading for this part.

 

Ga terasa udah 1 tahun berlalu. Rasanya baru kemarin kita semua berkumpul dan bilang ga pengen tinggal disana. Apalagi untuk sahur dan berbuka puasa di desa Muara Batun. FYI, Desa Muara Batun adalah tempat belajar dan bernaung kami selama mengikuti PBL (Praktikum Kesehatan Masyarakat) FKM Unsri di tahun 2018 yang lalu. Selama 26 hari, kami melewati puasa bersama-sama dengan kondisi begitu adanya.
 Ada yang berbeda tentunya antara puasa di tahun ini dan di tahun kemarin. 

Masih inget ga? Awalnya, kita (dalam hati) pernah menolak untuk tinggal di desa. Dan ga pengen tinggal di desa. Apalagi untuk kurun waktu yang tidak singkat? Tapi, apalah daya? Siapalah kita? Penolakan itu hanya menjadi khayalan belaka. Tanpa mengikuti MK yang satu ini, maka kita tidak akan bisa lulus dan mendapat gelar sarjana. Iya kan?

Selain jaraknya yang jauh, desa ini juga jauh dari keramaian kota yang sering kami lihat. Cukup berat untuk berpuasa jauh dari keluarga. Apalagi akses sinyal dan internet yang masih sulit, menjadi satu alasan lain yang mendukung. Sedangkan gadget yang kami gunakan sehari-hari membutuhkan itu semua. Lebih dari itu, kami belum mengenal dekat antar satu dengan yang lainnya. Kami berasal dari kelas dan peminatan yang berbeda-beda. Untuk sekedar mengetahui nama, mungkin ya. Tapi untuk mengetahui sifat dan lainnya, kami butuh waktu untuk saling menngenal lebih jauh. Apalagi kami akan tinggal bersama selama hampir 1 bulan. Berbagi bersama dan saling bergantung. Ditambah, tidak ada satupun orang di desa tersebut yang kami kenali, tentu saja kami akan saling mengandalkan satu sama lain. 

Tapi lihat sekarang, bulan tersebut sudah hadir kembali di tengah-tengah kita. BULAN RAMADHAN.
Jikalau di tahun kemarin, kita sahur dan buka puasa sama-sama, makan-makanan yang kita buat sendiri. Kalo sekarang, kita puasanya sendiri-sendiri, ga satu atap lagi. Ada yang puasa di rumah bareng keluarga, ada yang di kost-an, ada yang lagi penelitian, dan lain-lain. 



I missed that time.

Ketika, kita ada jadwal piket buat masak lauk sahur dan berbuka. Yang kalo tiap hari selasa, pasti berbuka dengan lauk dan menu yang sama. Yaps, nasi + sop ayam + tumis sawi + es sirup. Saat kita bangun sahur kesiangan, karena ga ada yang nge-banguni. Saat kita buka puasa dengan donat JCO. Saat kita buka bareng di RM pindang burung ternama disana. Saat kita tarawih yang panjangnya 23 rakaat.


Masih ingat momen terakhir kita sebelum pulang ? Kita lupa beli bahan makanan untuk sahur karena yang puasa cuma 5/12 orang dan semua barang kami sudah di antar pulang kerumah. Alhasil kami sahur dengan 1 telur dadar bagi 5 orang dan makan tempe goreng bertabur garam😁. Dan banyak momen-momen tak terlupa lainnya

Tapi apapun itu, meski kita tidak selalu akur, kita pernah tertawa bersama, konyol bersama, stress bersama, panik bersama dan menggila bersama. I missed you all.

Meskipun tidak setiap momen bisa kita abadikan dalam kamera. Semoga kisah ini akan selalu terkenang dan kita ceritakan pada anak & cucu kita nantinya. This story is good to remember but not to be repeated.


Thanks god.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan santun :)

Puasa pertama

 Assalamualaikum... Apa kabar temen2 semuanyaa, semoga selalu sehat dan baik-baik saja dimana pun berada .. Alhamdulillah sebentar lagi, kit...