Sebel
ga sih sama yang namanya ketombe? Aku sih sebel pakek banget, huhu.
Ketombe itu bisa bikin kita garuk-garuk kepala ketika lagi asik-asiknya
kumpul bareng temen. Apalagi kalo cuaca lagi panas dan keringat mulai
bercucuran, duh makin berasa banget gatelnya. Sebenernya apa sih itu
ketombe dan penyebabnya? Berikut pembahasan lengkapnya.
Apa sih itu ketombe ?
Ketombe,
sindap, kelumur atau dalam teori ilmiah disebut Pityriasis capitis merupakan pengelupasan kulit mati yang
berlebihan di kulit kepala. Proses sel mati dan terkelupas adalah fakta normal
yang sering terjadi jika ada pengelupasan, akan tetapi jika hal itu terjadi
terlalu sering dalam jumlah yang banyak, tentu akan menimbulkan taburan salju
putih yang menumpuk dan akan jatuh di sisi baju berwarna gelap dan membuat
penderitanya sedikit terganggu.
Data National Institute of Health
menyebutkan, hampir separuh orang dewasa mengalami gangguan ketombe. Ketombe
terjadi ketika pengelupasan kulit tidak maksimal dan sel-sel kulit mati
menumpuk di kulit kepala dan menjadi serpihan putih yang gatal. Bayi juga
memiliki ketombe yang di sebut Cradle cap. Namun, cradle cap tidak
berbahaya dan biasanya hilang dengan sendirinya.
Penyebab ketombe itu apa sih? Bener ga kalo ketombe itu menular?
Ketombe
ternyata merupakan masalah yang umum dialami. Ketombe di
sebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia
globosa yang tidak terkontrol. Malassezia
globosa tumbuh alami di kulit kepala manusia sebagai normal flora. Jamur malassezia hidup di kulit kepala setiap orang, artinya kita semua
memiliki potensi yang sama besarnya untuk mengalami ketombe. Jadi ketombe itu ga menular ya :).
Ketombe muncul
ketika jamur ini menguraikan minyak di kulit kepala Anda yang disebut sebum. Sebum adalah minyak yang akan membuat rambut dan
kulit kepalamu tetap lembab. Setelah sebum di urai, maka akan menimbulkan asam
oleat. Sayangnya, 1 dari 2 orang sensitif terhadap asam oleat dan kulit kepala
meresponnya dengan menjadi iritasi. Respon ke iritasi itulah yang membuat kulit
kepala mulai meradang, berwarna merah, dan gatal. Tubuhmu pun langsung
memberikan sinyal dengan meningkatkan laju pembaruan sel kulit, sehingga
ketombe pun langsung muncul ke kulit kepalamu.
Selain itu,
banyak faktor-faktor yang menyebabkan munculnya ketombe, yakni
1. Jarang keramas.
Dengan kamu jarang keramas, akan membuat sel kulit
kepala yang sudah mati dan kering menjadi menumpuk. Akhirnya itu yang akan menimbulkan
ketombe
2. Terlalu sering
keramas.
Sebaliknya, terlalu sering keramas atau mencuci
rambut akan membuat rambut tidak memiliki waktu untuk membuat memproduksi
minyak rambut alami agar kulit kepala tidak kering dan berketombe.
3. Kulit kering.
Hal ini menjadi penyebab paling umum dari adanya
ketombe. Kulit kering tidak hanya bisa terjadi pada kulit kepala saja, namun
bisa pada kulit tangan dan kaki.
4. Produk shampoo dan conditioner yang tidak cocok dengan kulit kepala.
Memilih produk shampoo dan conditioner yang tepat bagi kulit kepala juga termasuk dalam faktor penting agar kulit kepala tidak berketombe.
5. Kulit yang mengalami iritasi dan berminyak (dermatitis seboroik)
Ini
adalah salah satu penyebab ketombe paling umum dan menyebabkan kulit memerah
dan berminyak yang tertutupi oleh sisik putih atau kuning.
6. Hormon
Tingkat ketombe pria lebih tinggi daripada wanita, hormon pria di anggap menjadi penyebabnya.
Tingkat ketombe pria lebih tinggi daripada wanita, hormon pria di anggap menjadi penyebabnya.
7. Stres
8. Penggunaan rutin dari produk
penataan rambut (hairspray, gel, mousse)
9. Cuaca yang terlalu panas
Jamur malassezia tumbuh berkembang dengan baik di iklim panas dan lembap, misalnya setelah seharian panas-panasan di jalan atau berkeringat setelah berolahraga.
Apa aja sih gejala ketombe ?
Gejala dari ketombe sangat mudah dikenali, yaitu serpihan kulit kepala berwarna putih keabu-abuan atau kekuningan yang berminyak, tetapi tidak melekat erat di kulit kepala, sering ditemukan di permukaan kulit kepala, di antara rambut, maupun di bahu. Gejala umum lainnya adalah gatal, radang, dan rasa kering di kulit kepala.
Jamur malassezia tumbuh berkembang dengan baik di iklim panas dan lembap, misalnya setelah seharian panas-panasan di jalan atau berkeringat setelah berolahraga.
Apa aja sih gejala ketombe ?
Gejala dari ketombe sangat mudah dikenali, yaitu serpihan kulit kepala berwarna putih keabu-abuan atau kekuningan yang berminyak, tetapi tidak melekat erat di kulit kepala, sering ditemukan di permukaan kulit kepala, di antara rambut, maupun di bahu. Gejala umum lainnya adalah gatal, radang, dan rasa kering di kulit kepala.
Ketombe yang parah bisa menyebabkan ...
1. Gangguan
Ketombe bisa sangat menjengkelkan, kamu nggak bisa menahan diri buat nggak menggaruk rambut. Kadang, hal ini bisa terkesan memalukan dan menganggu. Apalagi kalau sifat kulit kamu kering, bisa menimbulkan rasa gatal dan kulit kepala dapat mengelupas. Akibatnya, munculah ketombe dari kulit kepala kamu.
Ketombe bisa sangat menjengkelkan, kamu nggak bisa menahan diri buat nggak menggaruk rambut. Kadang, hal ini bisa terkesan memalukan dan menganggu. Apalagi kalau sifat kulit kamu kering, bisa menimbulkan rasa gatal dan kulit kepala dapat mengelupas. Akibatnya, munculah ketombe dari kulit kepala kamu.
2. Rambut rontok
Ketombe akan menghancurkan bahan-bahan alami dari kulit kepala, sehingga rambut jadi rontok. Kamu harus siap menghadapi risiko rambut rambut rontok saat terjebak dalam serangan ketombe di rambut. Meskipun produsen minyak rambut mengklaim berhasil mengatasi ketombe, tapi tetap saja ketombe nggak bisa tersingkir dari rambutmu selamanya.
Ketombe akan menghancurkan bahan-bahan alami dari kulit kepala, sehingga rambut jadi rontok. Kamu harus siap menghadapi risiko rambut rambut rontok saat terjebak dalam serangan ketombe di rambut. Meskipun produsen minyak rambut mengklaim berhasil mengatasi ketombe, tapi tetap saja ketombe nggak bisa tersingkir dari rambutmu selamanya.
3. Jerawat
Ketombe dapat menyebabkan kerusakan parah pada kulit kamu dengan tumbuhnya jerawat, yang sebagian besar menjadi infeksi kulit. Kalau kamu membiarkan ketombe tak diobati atau tanpa pengawasan untuk jangka waktu lama, maka ketombe bisa memperluas wilayah. Dalam hal ini jelas akan mengorbankan kulit sehingga jadi makin buruk.
4. Infeksi mata
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Dermatology, blepharitis adalah infeksi mata yang umum yang disebabkan oleh ketombe. Infeksi ini ditandai dengan kelopak mata merah, gatal dan iritasi serta pembentukan sisik seperti ketombe pada bulu mata. Segera periksakan diri ke dokter apabila terserang penyakit ini.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Dermatology, blepharitis adalah infeksi mata yang umum yang disebabkan oleh ketombe. Infeksi ini ditandai dengan kelopak mata merah, gatal dan iritasi serta pembentukan sisik seperti ketombe pada bulu mata. Segera periksakan diri ke dokter apabila terserang penyakit ini.
5. Asma
Kamu bisa menganggap asma sebagai salah satu efek samping dari ketombe. Saat ketombe berjatuhan di bahumu, kamu mungkin sering mendapatkan infeksi paru-paru, dalam kasus kamu nggak dapat melihat ketombe tapi menghirupnya. Ini adalah efek samping yang mengerikan dan bisa sangat berbahaya bagi tubuh.
6. Psoriasis
Dokter
kulit Dr. Sejal Shah mengungkapkan bahwa ketombe juga bisa menyebabkan
psoriasis, yaitu suatu kondisi kulit yang dapat menyebabkan bercak tebal
berwarna merah, kulit bersisik yang berkembang diberbagai bagian kulit kepala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan santun :)